Adi Saputra Simanullang: Kamp Kebangsaan II Perkuat Persatuan dan Toleransi Lintas Iman
admin 4 May 2026 0
Cianjur, realnewsbanten.com — Semangat persatuan dan kebhinekaan kembali digaungkan melalui penyelenggaraan Kamp Kebangsaan II Pemuda Lintas Iman Tangerang Raya 2026 yang berlangsung di Villa Liana Puri Solo 333 pada 1–3 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi bagi pemuda dari berbagai latar belakang agama untuk memperkuat nilai toleransi, nasionalisme, dan persatuan dalam keberagaman.
Kegiatan diawali dengan upacara pembukaan yang dipimpin oleh Haji Lian dan berlangsung khidmat. Setelah itu, rangkaian acara dilanjutkan dengan berbagai sesi materi, diskusi, serta kegiatan kolaboratif antar peserta.
Lebih dari 50 peserta dari berbagai latar belakang agama mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias. Setiap kelompok juga diberikan project untuk membuat konten video bertema “Unity in Diversity” sebagai bentuk implementasi nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan berlangsung.
Wali Kota Tangerang, Sachrudin, turut menyampaikan pesan kepada para peserta melalui sambungan video.
“Seperti yang disampaikan oleh Pak Wali, baik pemerintah kota maupun pemerintah kabupaten tidak dapat bergerak sendiri. Sebagai calon pemimpin bangsa, anak muda harus mampu berkolaborasi dan bergerak bersama dalam membangun daerahnya,” ujar Ardo selaku Dewan Pengarah.
Sesi materi diawali oleh Tim Makorem 052 yang dipimpin oleh Tri Yogi dalam sesi bertajuk “Be Smart, Be Nationalist, and Be Unity in Diversity.” Peserta diajak menjadi generasi muda yang cerdas, berwawasan kebangsaan, serta mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Selanjutnya, Cacuk Wibisono menyampaikan materi mengenai pentingnya perubahan paradigma dalam mencapai kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia menekankan bahwa generasi muda harus memiliki pola pikir terbuka, adaptif, dan kolaboratif guna mewujudkan nilai-nilai persatuan sesuai dengan tema kegiatan.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi Dialog Problema Remaja yang menghadirkan tokoh lintas agama, di antaranya: Islam: Ust. Marzuki , Kristen: Pdt. Doni Susanto , Katolik: Fr. Duen Ginting, OSC, Konghucu: Ws. Lie Suprijadi Hindu: Bayu Anggara Wanapati dan Buddha: Bhikku Abhipunno.
Dialog ini menjadi ruang terbuka bagi peserta untuk membahas berbagai persoalan remaja dari perspektif lintas agama, sekaligus memperkuat nilai toleransi, saling menghormati, dan pemahaman antarumat beragama.
Ketua Panitia Pelaksana, Andreas Budi Prasetyo, menegaskan bahwa kegiatan ini berlandaskan nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Kamp Kebangsaan bukan sekadar kegiatan, melainkan ruang pembelajaran yang memperkaya wawasan kebhinekaan. Peserta diajak mengenali enam agama secara benar dan murni, sehingga mampu melihat perbedaan bukan sebagai ancaman, tetapi sebagai kekayaan bangsa yang berbudaya luhur,” ujarnya.
Sementara itu, Adi Saputra Simanullang selaku panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kali kedua dilaksanakan dan mendapatkan antusiasme yang sangat tinggi dari para peserta.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi wadah bagi pemuda lintas iman untuk terus menjaga kesatuan, memperkuat toleransi, serta membangun kebersamaan. Ke depan, diharapkan lahir generasi muda yang mampu menjadi agen perubahan dan memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara,” ungkap Adi, yang juga mewakili Komisi Remaja Pemuda PGI Wilayah Banten dan GEMPAR Banten.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat persatuan dan kebhinekaan dapat terus tumbuh dan menjadi kekuatan utama dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia. (Lif)
