Adi Saputra Simanullang : Gempar Dorong Generasi Muda Bangkit, Bersatu Dan Siap Memimpin Indonesia Menuju 2045
TANGERANG, realnewsbanten.com — Dewan Pimpinan Daerah Generasi Muda Pembaharu Indonesia (GEMPAR) Provinsi Banten menilai pelaksanaan GEMPAR Youth Leader Summit (GYLS) 2026 menjadi momentum penting untuk membangkitkan semangat kepemimpinan generasi muda Indonesia dalam mengambil peran nyata menentukan arah bangsa menuju Indonesia Emas 2045. (8 SEPTEMBER 2026)
Mengusung tema “ARISE – Bangkit Anak Muda Indonesia”, GYLS 2026 digelar di Gedung Hopes, Tangerang, pada Jumat, 4 September 2026, dan mempertemukan ratusan pemimpin muda Kristen dari berbagai kota serta denominasi. Forum tersebut menjadi ruang untuk memperluas wawasan, bertukar gagasan, membangun jejaring, serta mempersiapkan generasi muda agar memiliki karakter, integritas, visi dan keberanian dalam mengambil tanggung jawab kepemimpinan.
Ketua Umum DPP GEMPAR Indonesia Yohanes Sirait , Sekretaris Umum DPP GEMPAR Indonesia Yohanes Sirait, Ketua Panitia Pelaksana Ricky Rido Sinaga dan Sejumlah tokoh nasional, pemerintah, daerah dan tokoh muda turut hadir dalam forum tersebut, di antaranya Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim S. Djojohadikusumo, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Gubernur Banten Andra Soni, serta sejumlah tokoh pemuda dan pemimpin Kristen seperti Ratu Ngadu Bonu Wulla, Hillary Brigitta Lasut, Franky Kuncoro, Gideon Simanjuntak. Daftar pembicara tersebut juga tercantum dalam materi publikasi GYLS 2026 dan diberitakan sejumlah media.
Hashim: Masa Depan Indonesia Cerah Jika Bangsa Bersatu
Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim S. Djojohadikusumo dalam forum tersebut menekankan pentingnya persatuan sebagai modal utama bangsa dalam menghadapi masa depan.
Hashim mengajak generasi muda untuk mempersiapkan diri mengambil tanggung jawab kepemimpinan sekaligus menjaga agar bangsa Indonesia tidak terpecah oleh pertikaian.
“Yang penting bangsa Indonesia tidak gaduh, bangsa Indonesia tidak cekcok, kita bersatu. Saya yakin kita pasti akan capai lebih bagus, masa depan lebih bagus.”
Pesan tersebut disampaikan Hashim dalam konteks pentingnya generasi muda memikirkan masa depan bangsa dan berani memberikan gagasan serta kontribusi bagi pembangunan Indonesia.
Maruarar: Kepemimpinan Harus Berangkat dari Kepedulian terhadap Kebutuhan Rakyat
Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menunjukkan bentuk kepedulian konkret terhadap kebutuhan generasi muda.
Dalam kesempatan tersebut, Maruarar menyatakan kesiapannya membantu peserta GYLS 2026 yang belum memiliki rumah melalui dukungan dana pribadi untuk membiayai 1 persen uang muka rumah subsidi bagi hingga 200 peserta yang berminat. Tawaran tersebut muncul setelah diketahui terdapat peserta yang belum memiliki hunian dan kemudian diarahkan untuk mengakses rumah subsidi yang telah tersedia.
Bagi GEMPAR, pesan tersebut menunjukkan bahwa pembinaan generasi muda tidak hanya berbicara mengenai kapasitas kepemimpinan, tetapi juga harus memiliki kepedulian terhadap kebutuhan nyata kehidupan generasi muda.
Andra Soni: Pemuda Harus Bahu-Membahu Membangun Banten
Gubernur Banten Andra Soni juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam pembangunan daerah.
Dalam GYLS 2026, Andra menyampaikan bahwa pembangunan Banten membutuhkan kerja bersama masyarakat dari berbagai agama dan suku. Ia juga menilai generasi muda perlu mengambil bagian dalam membangun daerah dan bangsa.
“Ini semua karena masyarakat Banten dari berbagai macam agama dan suku bahu-membahu membangun Provinsi Banten hingga sampai hari. Kegiatan hari ini sebagai bentuk bagaimana generasi muda mau bekerjasama dan bahu-membahu memajukan Provinsi Banten.”
Andra juga menyampaikan optimisme bahwa pembangunan yang dilakukan secara berkelanjutan dapat mendukung perjalanan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
Ratu Wulla: Kepemimpinan Perempuan dan Generasi Muda
Kehadiran Ratu Ngadu Bonu Wulla, Bupati Sumba Barat Daya, memberikan warna penting dalam forum kepemimpinan tersebut. Sebagai pemimpin perempuan dan kepala daerah, kehadirannya menjadi representasi bahwa ruang kepemimpinan Indonesia terbuka bagi generasi muda dengan berbagai latar belakang.
Ratu Wulla sendiri saat ini menjabat sebagai Bupati Sumba Barat Daya. Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan karakter sebagai bagian penting dari pembangunan daerah menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam konteks GYLS 2026, perspektif kepemimpinan daerah seperti ini penting bagi generasi muda agar memahami bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang posisi, melainkan tentang kemampuan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Hillary Brigitta Lasut: Representasi Kepemimpinan Muda di Tingkat Nasional
Figur muda lainnya yang hadir dalam GYLS 2026 adalah Hillary Brigitta Lasut, anggota DPR RI dari Sulawesi Utara.
Hillary merupakan salah satu figur muda yang memiliki legitimasi elektoral kuat. Pada Pemilu 2024, ia memperoleh 310.780 suara, menempatkannya dalam jajaran lima besar peraih suara perorangan terbanyak secara nasional dan sebagai caleg perempuan dengan perolehan suara tertinggi di Indonesia pada pemilu tersebut.
Kehadiran Hillary di GYLS 2026 memberikan pesan bahwa generasi muda memiliki ruang yang besar untuk mengambil bagian dalam proses politik, pemerintahan dan pembangunan nasional.
Bagi GEMPAR, pengalaman para pemimpin muda seperti Hillary harus menjadi inspirasi bahwa anak muda tidak boleh takut memasuki ruang-ruang pengambilan keputusan. Kepemimpinan harus dibangun sejak dini melalui kompetensi, integritas, keberanian, pelayanan dan kedekatan dengan masyarakat.
Adi Saputra Simanullang: Pemuda Jangan Hanya Menjadi Penonton
Tuan Rumah DPD GEMPAR Indonesia Provinsi Banten Adi Saputra Simanullang, yang juga merupakan Panitia Persiapan GEMPAR Youth Leader Summit 2026, mengatakan bahwa GYLS 2026 tidak boleh berhenti sebagai sebuah kegiatan seremonial.
“GYLS 2026 harus menjadi momentum kebangkitan generasi muda. Anak muda Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perjalanan bangsa. Kita harus berani mengambil peran, menyampaikan gagasan, membangun kolaborasi dan hadir memberikan solusi bagi masyarakat.”
Menurut Adi, tema “ARISE – Bangkit Anak Muda Indonesia” harus diterjemahkan menjadi gerakan nyata.
“Bangkit artinya bergerak. Bangkit artinya berani mengambil tanggung jawab. Bangkit artinya tidak hanya berbicara tentang masa depan, tetapi mulai melakukan sesuatu untuk masa depan Indonesia sejak hari ini.
”Adi menegaskan bahwa generasi muda Indonesia hidup dalam negara yang sangat beragam.Karena itu, kepemimpinan pemuda harus dibangun di atas semangat persatuan dan penghormatan terhadap perbedaan.
“Kita boleh berbeda agama, suku, budaya, pilihan dan latar belakang, tetapi kita memiliki rumah yang sama, yaitu Indonesia. Jangan biarkan perbedaan menjadi alasan untuk terpecah. Jadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk berkolaborasi.”
Ia menilai pesan Hashim mengenai pentingnya menjaga persatuan sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini, terutama di tengah derasnya arus informasi digital, polarisasi, hoaks, ujaran kebencian dan berbagai bentuk intoleransi.
“Persatuan bukan berarti kita harus seragam. Persatuan berarti kita mampu berjalan bersama di tengah perbedaan. Inilah semangat Bhinneka Tunggal Ika yang harus menjadi karakter generasi muda Indonesia.”
GEMPAR: Pemuda Harus Menjadi Jembatan Persatuan
Adi menambahkan bahwa Indonesia membutuhkan generasi muda yang mampu menjadi jembatan di tengah berbagai perbedaan.
Menurutnya, pemuda Kristen yang tergabung dalam GEMPAR memiliki tanggung jawab untuk memberikan kontribusi positif bagi bangsa tanpa membatasi diri pada kepentingan kelompok.
“Kami ingin pemuda Kristen tidak hanya berbicara tentang gereja dan komunitasnya sendiri, tetapi juga hadir sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Kita harus menjadi bagian dari solusi, membangun dialog lintas agama, merawat toleransi, memperkuat persaudaraan dan bekerja bersama seluruh elemen bangsa.”
Ia mengatakan bahwa kolaborasi lintas agama, lintas suku dan lintas kelompok harus terus diperkuat karena tantangan bangsa ke depan tidak dapat diselesaikan oleh satu kelompok saja.
“Indonesia Emas 2045 tidak akan lahir hanya karena pertumbuhan ekonomi dan kemajuan teknologi. Indonesia Emas membutuhkan manusia Indonesia yang berkarakter, berintegritas, toleran, kompeten dan mampu bekerja sama.”
Harapan DPD GEMPAR Banten untuk Generasi Muda Indonesia
DPD GEMPAR Indonesia Provinsi Banten berharap semangat GYLS 2026 dapat diteruskan melalui berbagai gerakan nyata di seluruh Indonesia.
Generasi muda diharapkan tidak mudah terprovokasi, tidak mudah terpecah oleh perbedaan identitas, serta mampu menggunakan teknologi dan media sosial untuk menyebarkan gagasan positif dan membangun persatuan.
“Harapan kami sederhana tetapi besar: generasi muda Indonesia harus menjadi generasi yang bangkit, bukan generasi yang mudah menyerah; menjadi generasi yang bersatu, bukan mudah dipecah; menjadi generasi yang berani mengambil tanggung jawab, bukan hanya menuntut perubahan dari orang lain.”
“Mari kita ARISE. Bangkit dengan karakter. Bangkit dengan kompetensi. Bangkit dengan iman dan nilai-nilai kemanusiaan. Bangkit dengan semangat kebangsaan. Bangkit untuk Indonesia.”
Adi Saputra Simanullang yang baru saja menyelesaikan Pendidikan PPNK Angkatan 74 LEMHANAS RI ini menutup dengan menegaskan bahwa perjalanan menuju Indonesia Emas 2045 adalah tanggung jawab bersama.
“Indonesia 2045 adalah Indonesia yang akan kita wariskan. Karena itu, jangan tanyakan apa yang akan diberikan Indonesia kepada kita. Mari kita mulai bertanya, apa yang bisa kita berikan kepada Indonesia.”
DPD GEMPAR Indonesia Provinsi Banten berkomitmen untuk terus menjadi bagian dari gerakan kepemudaan yang mendorong lahirnya generasi muda yang berkarakter, berintegritas, toleran, inklusif, kolaboratif dan memiliki semangat kebangsaan, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, daerah dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Lif)
