DLH Kota Tangerang Terus Perkuat Pembentukan dan Pengembangan Bank Sampah

0
Screenshot 2026-05-22 102338

Kota Tangerang, Realnewsbanten.com – Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui pembentukan dan pengembangan bank sampah di berbagai wilayah. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pengurangan timbulan sampah dari sumber sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemilahan sampah rumah tangga.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Wawan Fauzi, S.E., S.Kom., M.M., mengatakan keberadaan bank sampah menjadi salah satu upaya strategis dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

“Bank sampah menjadi bagian penting dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Selain membantu mengurangi timbulan sampah dari sumber, keberadaannya juga mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap pentingnya memilah sampah sejak dari rumah,” ujar Wawan saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (20/5/2026).

Wawan menjelaskan, hingga tahun 2026 jumlah bank sampah aktif di Kota Tangerang tercatat sebanyak 124 unit yang tersebar di berbagai kecamatan. Jumlah tersebut menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Tangerang melalui DLH dalam memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran warga dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya.

WhatsApp Image 2026-05-22 at 08.01.24 (1)

Sebagai bagian dari perluasan cakupan layanan pengelolaan sampah masyarakat, sejumlah bank sampah baru mulai tumbuh dan aktif di berbagai wilayah Kota Tangerang. Kehadiran bank sampah tersebut diharapkan mampu memperluas edukasi lingkungan sekaligus mempermudah masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga.

Beberapa bank sampah baru yang mulai berkembang di antaranya Bank Sampah Cempaka Wangi di Kelurahan Nambo Jaya, Kecamatan Karawaci, Bank Sampah Kampung Hijau di Kelurahan Sukajadi, Bank Sampah Avia Lestari di Kelurahan Jurumudi, Bank Sampah Mantap di Kelurahan Karang Anyar, Bank Sampah Gricil Hijau di Kelurahan Paninggilan, serta Bank Sampah Anggrek Bulan di Kelurahan Larangan Selatan.

Menurut Wawan, keberadaan bank sampah tidak hanya menjadi sarana pengumpulan sampah anorganik yang memiliki nilai jual, tetapi juga berfungsi sebagai pusat edukasi masyarakat mengenai pengelolaan sampah yang benar, termasuk membangun kebiasaan tidak membuang sampah sembarangan.

“Bank sampah memiliki fungsi penting sebagai penggerak perubahan perilaku masyarakat. Masyarakat didorong untuk mulai memilah sampah organik dan anorganik dari rumah tangga agar sampah yang masih memiliki nilai ekonomis tidak bercampur dengan sampah residu,” jelasnya.

Selain itu, bank sampah juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. Sampah seperti plastik, kardus, botol, logam, hingga kertas dapat dipilah, ditimbang, dan dimanfaatkan sehingga memberikan manfaat tambahan bagi warga.

WhatsApp Image 2026-05-22 at 08.01.24 (2)

Dalam operasionalnya, sejumlah bank sampah di Kota Tangerang menerapkan sistem pelayanan yang fleksibel sesuai kebutuhan masyarakat. Beberapa di antaranya menggunakan sistem jemput bola, yakni pengelola mendatangi warga atau nasabah untuk mengambil sampah yang telah dipilah. Selain itu, tersedia pula sistem setoran langsung, di mana masyarakat datang ke lokasi bank sampah untuk melakukan penimbangan dan pencatatan hasil sampah yang disetorkan.

“Sistem pelayanan ini memudahkan masyarakat untuk tetap aktif berpartisipasi dalam pengelolaan sampah sesuai kondisi lingkungan masing-masing,” tambahnya.

Untuk memastikan bank sampah berjalan aktif dan berkelanjutan, DLH Kota Tangerang juga membentuk tim pembina bank sampah yang bertugas melakukan pengawasan, pendampingan, serta peningkatan kapasitas pengelola.

Tim pembina yang terdiri dari Reza, Ikka, Titing, dan Solehah memiliki sejumlah tugas utama, mulai dari monitoring dan evaluasi kegiatan bank sampah di wilayah, mengecek keaktifan operasional dan administrasi, melakukan sosialisasi dan pembinaan rutin kepada pengurus dan masyarakat, hingga memberikan pendampingan agar bank sampah tetap aktif serta berkembang.

Keberadaan tim pembina tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan bank sampah tidak hanya terbentuk secara administratif, tetapi juga mampu berjalan aktif, produktif, dan memberikan dampak nyata di lingkungan masyarakat.

WhatsApp Image 2026-05-22 at 08.01.24 (3)

Selain penguatan kelembagaan, DLH Kota Tangerang juga memberikan pembinaan berbasis praktik langsung mengenai pemanfaatan sampah, khususnya sampah organik dan limbah rumah tangga.

Beberapa materi pembinaan yang diberikan meliputi pembuatan kompos, eco-enzyme, mikroorganisme lokal (MOL), pemanfaatan minyak jelantah menjadi sabun dan lilin, pengolahan limbah kulit buah menjadi tepache, hingga pembuatan kokedama sebagai media tanam alami bernilai estetika dan ekonomi.

Wawan menegaskan, bank sampah bukan sekadar tempat menabung sampah, tetapi juga menjadi pusat edukasi perubahan perilaku masyarakat terhadap lingkungan.

“Sampah yang dikelola dengan baik memiliki nilai ekonomi dan dapat memberikan manfaat tambahan bagi warga. Karena itu, pengelolaan sampah dari sumber menjadi kunci penting dalam mengurangi beban sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir,” tutupnya.

(Advertorial)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *