Penataan Kabel Udara di Tangsel Berlanjut, Jalan WR Supratman dan Merpati Raya Kini Lebih Rapi

0
WhatsApp Image 2026-07-27 at 20.24.30

TANGSEL, realnewsbanten.com – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus melanjutkan penataan jaringan utilitas telekomunikasi melalui program relokasi kabel udara ke bawah tanah. Hasilnya kini mulai terlihat di sejumlah ruas jalan, di antaranya Jalan WR Supratman dan Jalan Merpati Raya di Kecamatan Ciputat Timur yang tampak lebih rapi, aman, dan nyaman setelah kabel-kabel telekomunikasi dipindahkan ke jaringan bawah tanah.

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, mengatakan penataan jaringan kabel telekomunikasi merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mewujudkan kota yang modern, tertata, sekaligus meningkatkan kualitas infrastruktur perkotaan.

“Penataan jaringan kabel telekomunikasi ini bukan hanya memperindah wajah kota, tetapi juga meningkatkan keselamatan masyarakat, mempermudah pemeliharaan jaringan, dan mendukung pembangunan kota yang berkelanjutan. Program ini akan terus kami lanjutkan secara bertahap di berbagai koridor jalan utama di Tangsel agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” ujar Benyamin, Senin (27/7/2026).

Program relokasi kabel utilitas tersebut dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) bersama Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) sejak 2022. Penataan dilakukan secara bertahap dengan memindahkan jaringan telekomunikasi dari kabel udara ke saluran bawah tanah (ducting), sehingga koridor jalan menjadi lebih tertata tanpa mengganggu layanan telekomunikasi kepada masyarakat.

Kepala Dinas SDABMBK Kota Tangerang Selatan, Robbi Cahyadi, menjelaskan relokasi kabel utilitas merupakan pekerjaan yang kompleks karena melibatkan banyak operator telekomunikasi dengan kesiapan jaringan yang berbeda-beda.

“Relokasi kabel utilitas bukan pekerjaan yang selesai dalam hitungan hari. Sejak awal 2022 kami bersama APJATEL melakukan koordinasi secara intensif, mulai dari perencanaan, pembangunan ducting, hingga proses pemindahan kabel milik masing-masing operator. Alhamdulillah, hasilnya mulai dapat dirasakan masyarakat,” ujar Robbi.

Ia menjelaskan, APJATEL menunjuk kontraktor untuk membangun jaringan saluran bawah tanah (ducting). Setelah seluruh jaringan aktif dan dipastikan berfungsi normal, masing-masing operator melakukan migrasi jaringan sebelum kabel udara lama diputus secara bertahap. Seluruh pembangunan jaringan bawah tanah tersebut dilaksanakan tanpa menggunakan APBD Kota Tangerang Selatan.

“Setiap operator memiliki kesiapan yang berbeda. Karena itu proses relokasi dilakukan secara bertahap agar layanan telekomunikasi kepada masyarakat tetap berjalan tanpa gangguan,” katanya.

Sejak dimulai pada 2022 hingga pertengahan 2026, sedikitnya sembilan ruas jalan telah berhasil ditata menggunakan metode horizontal directional drilling (HDD), yakni teknologi pengeboran bawah tanah tanpa galian terbuka. Ruas jalan tersebut meliputi Jalan Ciater Raya, Jalan Parakan–Benda, Jalan Serua Raya, Jalan Cendrawasih Raya, Jalan Bhayangkara, Jalan Menjangan Raya, Jalan Merpati Raya, serta sebagian koridor Jalan WR Supratman.

Sementara itu, sejumlah ruas jalan lainnya masih berada pada tahapan pembangunan jaringan HDPE, penarikan kabel ke saluran bawah tanah, pemutusan kabel udara secara bertahap, hingga survei perencanaan.

Menurut Robbi, keberhasilan penataan utilitas di Jalan WR Supratman dan Jalan Merpati Raya menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan APJATEL mampu menghadirkan perubahan nyata bagi wajah Kota Tangerang Selatan.

“Penataan utilitas bukan sekadar membuat jalan terlihat lebih indah. Yang jauh lebih penting adalah meningkatkan keselamatan masyarakat, mempermudah pemeliharaan jaringan, sekaligus mendukung pembangunan kota yang lebih modern dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ke depan, Pemerintah Kota Tangerang Selatan akan terus melanjutkan penataan jaringan utilitas pada koridor-koridor jalan utama lainnya secara bertahap hingga jaringan telekomunikasi di seluruh wilayah kota semakin tertata, aman, dan mendukung pembangunan infrastruktur perkotaan yang berkelanjutan.

Robbi berharap masyarakat dapat mendukung proses tersebut. Ia menyadari selama pekerjaan berlangsung sempat terjadi gangguan lalu lintas akibat pembangunan jaringan bawah tanah. Namun, menurutnya, manfaat jangka panjang yang dihasilkan akan jauh lebih besar bagi masyarakat.

“Kami memahami selama proses pembangunan masyarakat sempat merasa terganggu. Namun setelah selesai, manfaatnya dapat dirasakan bersama. Karena itu kami mengajak masyarakat ikut menjaga fasilitas yang sudah dibangun agar Tangsel semakin nyaman, aman, dan memiliki wajah kota yang lebih tertata,” tutup Robbi. (Lif)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *