Warga Senang Rencana KRL Sampai Serang, Harap Tak Lagi Lama Tunggu Kereta

0
stasiun-serang-1791277739301_169

Jakarta, realnewsbanten.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten sedang mengkaji perpanjangan sistem elektrifikasi kereta dari Rangkasbitung ke Serang, Cilegon, hingga Merak. Masyarakat menyambut baik dan berharap ada perbaikan layanan, khususnya masalah jadwal.

Diketahui, saat ini kereta yang melayani perjalanan Merak-Serang-Rangkasbitung merupakan kereta api (KA) lokal yang digerakkan oleh lokomotif. Dalam sehari, hanya terdapat tujuh perjalanan, dengan jeda keberangkatan sekitar dua hingga empat jam.

Salah seorang penumpang KA di Stasiun Serang, Presilia (22), mengatakan sering menggunakan kereta api. Ia merupakan mahasiswa UIN Banten asal Tigaraksa yang selalu menggunakan kereta api untuk mudik.

“Iya, sangat senang. Kalau menurut saya, setuju sih, karena memang saya kalau ke mana-mana naik kereta. Soalnya, kalau misalnya kereta ekonomi kan waktunya cukup jauh ya kalau nunggu,” katanya saat ditemui di Stasiun Kota Serang, Selasa (6/10/2026).

“Tapi kalau misalnya KRL kan berapa menit sekali ada gitu. Jadi biar waktu nggak terlalu lama. Misal sekarang waktu kan sekitar jam 7, terus baru ada lagi jam 10. Cukup jauh waktunya,” imbuhnya.

Ia pun mengeluh soal transit kereta dari KA lokal ke KRL. Dua kereta itu memiliki tempat turun dan naik yang berbeda.

“Kereta dari sini turun di Rangkas (Rangkasbitung), Rangkas nyambung lagi (KRL ke Tanah Abang). Kalau KRL ini kan langsung, lebih enak,” ujarnya.

Ia pun bercerita harus menunggu lama karena ketinggalan kereta. Ia terlambat datang beberapa menit dari jadwal kereta di Stasiun Rangkasbitung.

“Jadwal jam 4, pas sampai sana pas kereta berangkat. Ya jadinya nunggu lagi, kan kalau nunggu lagi, kereta ada lagi di jam 7 malam,” ujarnya.

Sementara itu, Ridho (36) mendukung KRL sampai ke Serang. Ia menyebut tiket KA Lokal sering habis saat akhir pekan.

“Kalau Sabtu-Minggu itu sering habis tiket. Kalau KRL kan nggak mungkin habis,” ujarnya.

Ia pun bercerita hampir ketinggalan kereta terakhir di Rangkasbitung sekitar pukul 21.00 WIB. Padahal, masih ada KRL yang datang dari Tanah Abang sampai tengah malam.

“Waktu itu sampai lari karena takut ketinggalan kereta terakhir. Untungnya masih sempat,” kata Ridho.

Pemprov Dorong KRL Sampai Serang-Merak
Gubernur Banten Andra Soni mendorong percepatan elektrifikasi atau proyek KRL jalur Rangkasbitung-Merak. Andra menilai mobilitas masyarakat Banten memiliki frekuensi tinggi dan perlu didukung transportasi yang terintegrasi dan efisien.

Andra Soni menyebut jalur kereta api Rangkasbitung-Merak harus terintegrasi, efisien, dan mampu melayani mobilitas masyarakat Banten. Dia mengatakan Banten memerlukan transportasi kereta api berkapasitas tinggi.

“Sebagai daerah dengan mobilitas masyarakat yang tinggi, Banten membutuhkan sistem transportasi yang mampu menghubungkan seluruh simpul tersebut secara lebih efektif,” ucap Andra Soni saat focus group discussion (FGD) Studi Kelayakan Elektrifikasi Jalur Kereta Api Rangkasbitung-Merak di Kota Serang, Jumat (2/10).

Andra Soni memaparkan data Dinas Perhubungan Provinsi Banten menunjukkan jumlah penumpang KRL Commuter Line pada lintas Tanah Abang-Rangkasbitung pada 2025 sudah menembus angka 77,5 juta orang. Pada 2026, jumlah tersebut diproyeksikan melonjak hingga 85 juta orang.

“Tingkat keterisian pada jam sibuk (peak hour) bahkan sudah mencapai 161 persen. Hal ini menjadi sinyal kuat bahwa kapasitas prasarana kita harus segera ditingkatkan,” ucap Andra.

Kemudian, Andra menyebut Kereta Api Lokal Commuter Rangkasbitung-Serang-Cilegon-Merak memiliki peran vital. Saat ini, ada sekitar 4 juta penumpang KA lokal Rangkasbitung-Merak.

“Di sisi lain, kehadiran Kereta Api Lokal Commuter Line Merak yang melayani rute Rangkasbitung-Serang-Cilegon-Merak dengan 14 perjalanan sehari juga sangat vital. Jumlah penumpangnya mencapai 4,46 juta orang pada 2025 dan diproyeksikan menjadi 4,67 juta orang pada 2026, dengan tingkat keterisian mencapai 129 persen,” katanya.

Namun Andra menyayangkan tidak ada integrasi transportasi di Stasiun Rangkasbitung. Penumpang KRL dari jurusan Tanah Abang harus berpindah moda transportasi ke KA Lokal untuk berlanjut ke Merak, begitupun sebaliknya. (Lif)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *